­
Review Film - Sea Fever (2019) - MOVIECSTASY

Review Film - Sea Fever (2019)

by - May 14, 2020


Sea Fever mungkin keliatan seperti film sci-fi pada umumnya yang menjual momen mengerikan beserta dengan penjelasan-penjelasan ilmiahnya. Namun tanpa diduga, sutradara debutan Neasa Hardiman mampu menghadirkan satu teror klasik tentang monster dalam air yang efektif dan mencekam. Kerennya lagi, setelah ditonton Sea Fever ternyata cukup relevan dengan keadaan pandemi seperti sekarang ini.

Neasa Hardiman adalah sosok dibalik kursi sutradara film ini. Sebelumnya beliau lebih aktif di dunia TV serta kalo ditilik lebih jauh lagi, beliau pernah mengarahkan 2 episode Marvel's Jessica Jones (2018-2019). Nah film ini adalah debut beliau sebagai sutradara. Di jajaran cast-nya, Sea Fever dibintangi oleh Hermione Corfield, Connie Nielsen, Dougray Scott, Jack Hickey, Ardalan Esmaili, dan Olwen Fouwere.

Diawal film kita langsung diajak kenalan sama Siobhán (Hermione Corfield), seorang ilmuwan muda cerdas yang punya dedikasi tinggi buat penelitiannya sampai-sampai mengabaikan interaksi sosialnya. Lalu dia ikut ke sekelompok kru kapal yang dipimpin oleh Freya (Connie Nielsen) dan Gerard (Dougray Scott) untuk berlayar biar studi lapangannya rampung. Ditengah jalan tiba-tiba kapalnya mogok and as I expected, mogok bukan karena kesalahan teknis, tapi karena ada "gangguan" dari luar.


Saat masalah mulai muncul, aku suka sama kelihaian Hardiman dalam membangun suasana horror. Dengan satu zat menjijikkan dan misteri bentuk makhluk dalam airnya yang nggak jelas bikin atmosfer horrornya terasa mantap. Ditambah lagi dengan elemen gore sederhana tapi sukses bikin begidik ngeri, aku sangat menikmati sajian terornya. Selain itu aku ngerasa bahwa Hardiman ini cakap buat mengatur tempo, jadi nggak langsung keluar satu momen yang ngeri banget lalu kendor dibelakang, tapi dibikin bertahap dan konsisten.

Selain nuansa horror-nya yang berbau sci-fi, aku sendiri suka sama pengembangan karakter dari Siobhán yang ditampilkan dengan detail. Mulai dari awal yang dilihatin dia nggak mau bersosialisasi, melewati proses yang pasti dan detail, sampe akhirnya karakternya berubah. Namun sayangnya hal ini nggak berlaku buat karakter lainnya. Bahkan rasanya karakter lain itu kayak tempelan aja. Dipake cuma buat alat menjalankan plot yang menurutku itu sayang banget.



Sea Fever tuh sepertinya cuma bercerita tentang perjalanan karakter dari Siobhán. Aku nggak dikasih kesempatan untuk peduli ke karakter lainnya. Hal itu bikin aku kurang simpatik saat ada karakter yang tewas. Aku juga nemuin beberapa kali ada momen yang terkesan loncat-loncat tanpa ada eksplorasi lebih mendalam. Kesannya film ini tuh ngerinya dapet tapi dari kurang di kedalaman ceritanya. Endingnya pun terasa antiklimaks dan aftertaste-nya nggak kuat sehingga Sea Fever ini jadi nggak memorable.

Sebagai hiburan, tentu Sea Fever adalah satu tontonan menarik dengan banyak momen yang efektif dan mencekam. Sukses bikin dahi berkerut karena elemen horrornya namun setelah selesai, filmnya jadi kurang nendang akibat dangkalnya cerita dan minim eksplorasi. 

Ada di KLIKFILM