Aku bukan perempuan yang bisa merasakan rasanya melahirkan, menyusui,
dan merawat anak dengan cinta kasih sepanjang masa. Tapi apa yang aku
lihat dari The Lost Daughter ini adalah sebuah kecamuk perasaan
yang ada dalam diri Leda, seorang ibu yang kesulitan untuk menentukan
sendiri mana yang paling baik buat dia.
Walaupun dibikin sama bingungnya dengan dua karakter utama, The Dark and the Wicked adalah salah satu horor generik yang sukses buat menakut-nakuti penontonnya. Salah satu horor yang paling ngehe di tahun ini, salah satu yang bisa ngasih mimpi buruk berkat teror-terornya yang efektif.
Mulai dari adegan pembukanya, penonton langsung dikasih tau kalo
si protagonis adalah pengidap Skizofrenia. Tentu aku tertarik dong,
karena aku dulu juga sering berinteraksi langsung sama temen-temen
Skizofrenia juga. Apalagi ada embel-embel horor-psikologis dan juga
Madison Iseman, aku memutuskan buat langsung nonton Fear of Rain di malam yang lagi rain pula. Tapi ternyata aku cukup dikecewain sama film garapannya Castille Landon ini.
Sea Fever mungkin keliatan seperti film sci-fi pada umumnya yang menjual momen mengerikan beserta dengan penjelasan-penjelasan ilmiahnya. Namun tanpa diduga, sutradara debutan Neasa Hardiman mampu menghadirkan satu teror klasik tentang monster dalam air yang efektif dan mencekam. Kerennya lagi, setelah ditonton Sea Fever ternyata cukup relevan dengan keadaan pandemi seperti sekarang ini.
Pertama kali nonton trailernya aku langsung teringat pada salah satu animasi favoritku yang rilis tahun lalu yaitu NeZha (2019). Style nya mirip, animasi dengan detail mumpuni dan gerakan mulus yang rasanya punya frame per second tinggi. Tapi sayang, White Snake kurang perkasa kalo harus dihadapkan langsung dengan NeZha.



