Anj, salah ini mah nonton film beginian buat nutup tahun 2022 emang salaaahh! Salah satu film yang sukses membuat rasa kesal memuncak plus rasa nggak nyaman selama 97 menit durasinya.
Aku bukan perempuan yang bisa merasakan rasanya melahirkan, menyusui,
dan merawat anak dengan cinta kasih sepanjang masa. Tapi apa yang aku
lihat dari The Lost Daughter ini adalah sebuah kecamuk perasaan
yang ada dalam diri Leda, seorang ibu yang kesulitan untuk menentukan
sendiri mana yang paling baik buat dia.
Kalo temen-temen nonton Last Night In Soho dan terpikat sama
aura Anya Taylor-Joy (ya siapa sih yang nggak terpikat??), aku justru
mengalihkan pandangan dan suka sama Thomasin McKenzie. Semenjak nonton
dia di Leave No Trace (2018) silam, aku resmi jadi penggemar
beratnya Thomasin. Apalagi sama suaranya yang lucu, sebuah kesenangan
tersendiri bisa denger suara dan muka cantiknya di bioskop dengan
kualitas audio-visual yang paripurna.
Trailernya menegangkan. Tak pikir aku bakal ngeliat kode-kodean antara petugas terima telfon di 911 sama seorang wanita yang jadi korban penculikan. Aku udah kadung penasaran dan mengharap ada dialog-dialog unik dan tak biasa antara polisi sama korban, tapi nyatanya aku cuma nemu segelintir aja. The Guilty kayaknya emang mau fokus ke karakter Joe Baylor ketimbang mengeksplorasi penuh kejadian penculikan yang sedang dia tangani.
Kalo memang dua orang sudah takdirnya bertemu, itu pasti selalu
adaaa aja caranya entah itu mulai dari yang sederhana sampai cara yang
ribet. Pasti ya bakal ketemu. Tinggal gimana dua orang itu mau
memperjuangkan. Sama juga, entah mau berusaha berdoa, berusaha kontak,
atau apapun itu sesuai kapasitas masing-masing.
Mungkin bukan tipikal whodunit yang bakal memenuhi ekspektasi, yang selalu terkesan tancap gas dan bertempo cepat, tapi justru perpaduan crime dengan drama keluarganya yang emosional malah bikin Mare of Easttown sangat disukai. Punya ciri khas, berani tampil beda, and of course i'm enjoying this show a lot.


