• Home
  • Reviews
    • Movies
    • TV Series
  • My Top List
  • Find Me!
    • Twitter
    • Instagram
    • Letterboxd
Powered by Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

MOVIECSTASY


Wah, wah, Exhuma ini ternyata seru juga yaaa. Aku puas nontonnya. Memang enaknya nonton tanpa tau apa-apa terlebih dulu tuh ya gini. Momen kejutnya jadi ngena banget.

Ceritanya ada team-up antara dua dukun/cenayang muda yang modis banget (serius, modis banget), satu ahli feng shui, dan satu pengurus pemakaman, buat nanganin kasus dari sebuah keluarga yang ada kaitannya sama leluhur masa lalunya yang udah lama meninggal. Tentu saja pasti melibatkan kuburan leluhurnya itu. Singkat cerita, setelah terima kasus, ternyata itu bakalan nge-lead mereka ke dalam situasi yang much much worse dan jauh lebih gelap dari yang mereka kira.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Walau punya suasana tempat yang "aku banget" tapi Antlers ini terasa menumpuk segala hal yang dia punya. Konflik dan tema yang mau disampaikan terlalu banyak, jadi kesannya malah bertumpuk dan nggak berusaha untuk memperdalam salah satunya. Sebagai film yang menganggap dirinya masuk ke kategori horor mitologi, Antlers juga tak terlalu memberatkan fokusnya kesana.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Horor tentang rasa kehilangan itu emang selalu punya nuansa yang berbeda dan terasa personal bagi beberapa penontonnya. Apalagi seseorang yang meninggalkan buat selama-lamanya ternyata nggak bener-bener kita kenal betul, tentu rasanya bakal makin menghantui hidup kita. The Night House coba mengeksplorasi tema kehilangan lewat horor yang kental dengan nuansa ketidakpastian.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Kalo temen-temen nonton Last Night In Soho dan terpikat sama aura Anya Taylor-Joy (ya siapa sih yang nggak terpikat??), aku justru mengalihkan pandangan dan suka sama Thomasin McKenzie. Semenjak nonton dia di Leave No Trace (2018) silam, aku resmi jadi penggemar beratnya Thomasin. Apalagi sama suaranya yang lucu, sebuah kesenangan tersendiri bisa denger suara dan muka cantiknya di bioskop dengan kualitas audio-visual yang paripurna.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Nah ini keren nih. Sebagai penutup dari trilogi Fear Street, film ini punya cukup elemen untuk membuatnya jadi tontonan solid meskipun aku tetep ngerasa kurang sreg karena beberapa plot hole yang mereka punya. Seenggaknya Part III ini mampu ngasih jawaban tentang siapa itu Sarah Fier dan apa yang menyebabkan dia jadi sosok yang selalu bikin Shadyside ketimpa sial terus.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

I don't know, I kinda like the first one. Film keduanya ini buatku lebih didominasi sama drama dan nggak langsung tancap gas kayak yang pertama. Terus juga ada beberapa hal lagi yang bikin Fear Street Part II 1978 ini buatku punya rate sedikit di bawah yang pertama, walau emang harus diakui manusia karung dengan kapak di sini kerasa nyeremin.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Read me!

Review Film - Last Night In Soho (2021)

Popular Posts

  • Review Film - The Lodge (2019)
  • Review Film - A Whisker Away (2020)
  • Review Film - White Snake (2019)
  • Review Film - Extraction (2020)
  • Review Film - Beasts Clawing at Straws (2020)

Author

Pizza and burger, it would be nice with a soda. I write some movie reviews here. Homenum Revelio! 

Created with by ThemeXpose . Distributed by Weblyb