I really really like this one. Khususnya buat episode pembuka dan episode kedua yang punya treatment berbeda dari gaya MCU kebanyakan. Ngeliatnya tuh unik dan refreshing. Memang bukan tipikalnya Marvel (in a good way), tapi justru aku suka banget malahan. Gaya sitkomnya emang ngasih nuansa baru buat yang udah ngikutin perjalanan MCU sejauh ini.
Nonton I Care A Lot ini pasti bakal kebawa hawa-hawa yang sama kayak nonton Gone Girl (2014).
Sama-sama Rosamund Pike yang jadi karakter utamanya dan karena sebuah
kebetulan pula karakternya sama menyebalkan pas ditonton.
Marla
Grayson (Rosamund Pike) adalah cewek muda cantik dan keliatan sukses
berkat bisnisnya mengelola semacam rumah panti jompo. Tapi bukan
Rosamund Pike rasanya kalo "mengelola panti jompo" versinya bakal
terdengar biasa aja, karena ternyata Marla ini melakukan operasi
tipu-tipu di dalamnya. Dibantu sama ceweknya, Fran (Eiza Gonzalez),
mereka berdua berusaha melorotin harta para lansia yang masuk ke
panti jomponya.
Sebenernya film ini tuh tontonan yang seru dan
menyenangkan, meskipun emang isinya banyak banget karakter jahatnya.
Tapi seru aja pas ditonton, bikin gregetan dan sebel-sebel sendiri
ngeliat Marla-Fran melakukan operasinya tipu-tipunya. Aku seneng sama
caranya J. Blakeson buat ngebangun ceritanya. Modus operasinya Marla
dikemas dengan stylish, keliatan ruwet namun gampang dipahami.
I Care A Lot seakan jadi panggung tunggalnya Rosamund Pike. Nggak jauh beda sama karakter yang dia mainkan di Gone Girl,
Marla di sini terasa sama menyebalkannya, sama njengkelinnya dan dengan
mudah bakal nggak disukai sama penonton. Tapi susah buat menampik
performa apik Pike yang meyakinkan penonton buat nggak suka sama
dirinya. Mata birunya indah namun sorotnya menipu. Ekspresi dan gayanya
yang tenang bikin penonton boleh jadi terbelah ke dua kubu. Aku termasuk
yang suka sama karakter nyebelin kayak gini. And Eiza Gonzalez? Wearing a black suit with a VANS? I'm in!!
Nah
tapi memang tontonan kayak gini kalo dibawa serius malah nggak bakal
menikmati jadinya. Karakternya nyebelin semua, motifnya si Marla minta
ditampol, dan ceritanya pun melibatkan lansia yang bikin makin gemes
aja. Jadi nggak semua orang bisa menikmati. Termasuk bagian ending-nya yang aku kurang suka karena nggak meninggalkan kesan mendalam. Aftertaste-nya kurang maksimal karena pemilihan ending yang ini.
Kalo pengen menikmati I Care A Lot,
emang kudu memposisikan diri buat nyari hiburan dengan nonton
karakter-karakter nyebelin begini. Walaupun emang kudu diakui susah,
tapi aku cukup terhibur nonton ini dan aku puas banget sama aktingnya
Rosamund Pike.
Ada di NETFLIX
Datang tanpa ekspektasi besar, tapi pulang bawa kesenangan. Itu yang aku rasain setelah nonton film ini. Dengan membawa kisah cinta segitiga yang unik dan mampu menyetir ekspektasi, The Half of It ternyata menjelma menjadi sebuah tontonan yang menyenangkan. Aku yang butuh hiburan ini ternyata sangat menyukai tiap menitnya.
Sepak terjang empat bersaudara yang pengen jadi orphan atau yatim
piatu sebenernya adalah sebuah tema unik yang diangkat di film ini.
Namun aku malah merasakan bahwa The Willoughbys ada di tengah-tengah konfliknya sendiri. Apakah film ini ditujukan langsung untuk anak-anak atau sebenarnya justru buat orang dewasa?









